PPTQ AL-ASY’ARIYYAH 2

PROFIL PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN

‘AL-ASY’ARIYYAH 2’

Deroduwur, Mojotengah, Wonosobo

A.  PENDAHULUAN

Pondok Pesantren keberdiriannya dalam masyaraat Islam adalah sebagai benteng yang kokoh, karena di dalamnya muncul tokoh-tokoh Ulama' Kiyai, serta generasi penerus yang memperjuangkan Syariat agama islam yang benar-benar menguasai akan ajaran-ajaran keagamaan, baik secara kontekstual maupun tekstual.

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Asy'ariyyah dalam mendidik para santrinya, mengkolaborasikan antara sistem Kholafiyyah (Modern) serta system Salafiyyah (Tradisional) sehingga terjadilah keseimbangan menurut roda perputaran zaman. Sistem tersebut dikenal oleh banyak kalangan masyarakat sebagai sistem semi modrn. Pada sistem pembelajarannya PPTQ Al-Asy'ariyyah menitik beratkan pada tiga komponen sebagai ciri khasnya yaitu : Al-Qur'an Al-Karim (dengan Tahfidzul Qur'annya), kajian Kitab Kuning.

 

B.  VISI, MISI, dan TUJUAN PPTQ AL-ASY’ARIYYAH 2

1.      Visi

“Berilmu Amaliyah, Beramal Ilmiyah, Berakhlakul Karimah, Bermuasyaroh Basyariyyah, dan Berjiwa Qur’ani”

2.      Misi

A.    Menumbuh kembangkan sikap Akhlaqurl Karimah pada santri yang sesuai dengan syari’at Islam dan berpegang teguh pada  Al-Qur’an

B.     Melaksanakan Bimbingan, Pembelajaran dan penghayatan nilai-nilai Islam secara optimal dalam konteks  Tafaquh Fiddin

C.     Menumbuhkan sikap Kompetetif pada santri untuk meraih prestasi  spiritual ‘ala Ahlussunnah wal jama’ah

D.    Menerapkan menejemen partisipatoris dengan melibatkan semua kelompok yang ada

E.   menumbuhkan semangat keterpaduan yang sinergis antara Emotional, Intelektual, dan sepiritual.

3.      Tujuan

1.      Membentuk pribadi Muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, berakhlakul karimah, bertanggungjawab dalam menjalankan amanah, serta berjiwa Qur'ani dan mengamalkannya

2.      Mewujudkan wadah pengembangan idealisme ilmiah yang terjangkau oleh masyarakat

C.   SEJARAH BERDIRINYA PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR'AN AL-ASY'ARIYYAH 2

1.      Periode Pertama K. Muntaha bin Nida' Muhammad (1832-1859)

Pada tahun 1830 Pangeran Diponegoro ditangkap atas tipu daya Belanda di Magelang termasuk para pengawalnya juga dilucuti. Diantara prajurit pengawalnya yang sempat meloloskan diri dari kejaran Belanda adalah Raden Hadiwijaya dengan nama samaran KH. Muntaha Bin Nida' Muhammad. Pada tahun 1832 KH. Muntaha tiba di Desa Kalibeber yang waktu itu sebagai ibu kota Kawedanan Garung. Beliau diterima oleh mbah Glondong Jogomenggolo, beliau mendirikan Masjid dan Padepokan Santri di Dusun Karangsari, Ngebrak, Kalibeber, dipinggir sungai Prupuk yang sekarang dijadikan makam keluarga Kyai.

Ditempat ini beliau mengajarkan agama islam kepada anak-anak dan masyarakat sekitar. Ilmu pokok yang diajarkan adalah baca tulis Al-Qur'an, Tauhid, dan Fiqih. Dengan penuh ketekunan, keuletan dan kesabaran, secara berangsur-angsur masyaraat Kalibeber dan sekitarnya memeluk agama Islam, atas kesadaran mereka sendiri. Mereka meninggalkan adat-istiadat buruknya seperti berjudi, manyabung ayam, minum khomr, dll. Karena Padepokan Santri lama kelamaan tidak mampu menampung arus santri dan terkena banjir sungai Prupuk maka kegiatan pesantren dipindahkan ketempat yang sekarang dinamai Kauman, Kalibeber. Sedangkan yang tinggal di Padepokan baru yang tidak mau secara sukarela memeluk Islam, atas kemauan sendiri banyak yang meninggalakan kampung itu. Daerah selatan pesantren yang semula dihuni oleh Etnis China akhirnya ditinggalkan penghuninya, dan nama Gang Pecinan sampai sekarang masih dilestarikan. K. Muntaha wafat pada tahun 1860, setelah 26 tahun memimpin pesantren. Beliau digantikan oleh putranya KH. Abdurrochim bin KH. Muntaha.

 

2.      Periode ke-Dua KH. Abdurrochim (1860-1916)

Mulai tahun 1860, KH. Abdurrochim bin KH. Mutaha menerima estafet tugas mulia memimpin pesantren dari ayahnya. Beliau adalah seorang Kiyai yang ahli dalam bidang pertanian dan tidak suka berpolitik praktis. Beliau juga ahli Tasawuf. Sejak mudanya beliau telah dipersiapkan untuk meneruskan perjuangan menyiarkan islam dan memimpin pesantren. Beliau pernah nyantri di Pondok Pesantren K. Abdullah bin KH. Mustahal Jetis, Parakan, Temanggung, bahkan beliau dijadikan menantunya. Dibawah asuhan KH. Abdurrochim pesantren semakin maju. Satu hal yang sangat menarik dari Al-Maghfurllah KH. Abdurrochim adalah keahliannya dalam menulis Al-Qur'an. Sehingga ketika beliau pergi berhaji selama dalam perjalanan beliau menulis Qur'an dengan tangan Beliau sendiri sampai ketika beliau tiba di Kampung halaman penulisan Al-Qur'an tersebut dapat selesai sempurna 30 juz. Peristiwa bersejarah inilah yang nantinya menjadi sumber inspirasi bagi cucu Beliau yaitu Al-Maghfurllah KH. Muntaha Alh untuk membuat Al-Qur'an raksasa, yang menjadi Al-Qur'an terbesar di dunia. Dalam memimpin pesantren Beliau masih melestarikan sistem dan materi pendidikan peninggalan Ayahandanya. Bertepatan pada tanggal 3 Syawal 1337 H atau 1916 Masehi, KH. Abdurrochim dipanggil yang Maha Kuasa dan dimakamkan dibekas komplek Pondok Karang Sari, Ngebrak. Sepeninggalan Beliau, kepemimpinan pesantren diteruskan oleh putranya KH. Asy'ari bin KH. Abdurrochim.

 

3.      Periode ke-Tiga KH. Asy'ari bin KH. Abdurrochim (1917-1949)

KH. Asy'ari mempunyai 2 saudara yaitu : KH. Marzuki dan Nyai Hj. Maemunnah (istri KH. Syuchaimi dari Malaysia).Beliau mempunyai wiridan rutin membaca Dalailul khoirot kemanapun beliau pergi selalu membawa kitab tersebut. Beliau mempunya dua istri yaitu Nyai Hj. Safinah (Ibu kandung Al-Maghfurllah KH.Muntaha) dan Nyai Hj. Supi'ah (Ibu kandung KH. Mustahal Asy'ari). KH. Asy'ari pernah nyantri di Krapyak Yogyakarta dan ketika itu Beliau diajak oleh KH. Munawwir untuk mengikuti (Ndere'ake) menuntut ilmu di Mekkah selama + 17 tahun. Pada saat nyantri di Mekkah inilah Beliau rutin membaca Al-Qur'an, bahkan setiap hari bisa Khatam. selain itu Beliau juga pernah nyantri di Sumolangu, Kebumen, dan Termas Pacitan. Beliau meneruskan kepemimpinan Ayahandanya. Pada masa itu Indonesia telah melahirkan gerakan-gerakan Nasional, baik yang berdasarkan agama maupun kebangsaan. Pada tahun-tahun terakhir kehidupan beliau, Indoneia sedang gigih-gigihnya menentang kembali penjajahan Belanda oleh karena itu pesantren mengalami masa surut sebagian santrinya ikut dalam geriliya melawan Penjajah. Pada aksi Polisionil kedua (Agresi Militer Belanda II) itu Belanda menyerang wilayah Wonosobo bahkan sampai ke Desa Dero Ngisor  +  5 Km dari Kalibeber kesebalah barat. Pondok Pesantren pun tak luput dari amukan Belanda bahkan Al-Qur'an tulisan tangan Al-Maghfurllah KH. Abdurrochim ikut dibakar. Sementara itu KH. Asy'ari yang sudah lanjut usia terpaksa mengungsi ke Dero Duwur + 8 Km dari Kalibeber.  Ternyata Belanda tidak berani meneruskan pengejaran Ulama' ini sampai ketempat pengungsian. Dalam pada itu Beliau sedang sakit keras dan kemudian wafat dalam pengungsian dan dimakamkan disana pada tanggal 13 Dzulhijah 1371 H/ 1949 M.

Menurut satu sumber yang dapat dipercaya (saksi sejarah yang masih hidup) termasuk dari satu keistimewaan Beliau adalah suatu ketika masjid dan pondok pesantren di Bom oleh Belanda namun berkat doa Beliau bom tersebut tidak meledak, malah berubah menjadi Singkong (Bodin- Bahasa Kalibeber red). Satu hal yang perlu dicatat bahwa wafatnya KH. Asy'ari teleh menyiapkan putra-putranya untuk kaderisasi kepemimpinan. Seluruh putranya dikirim ke berbagai Pondok Pesantren satu diantara putranya ialah KH. Muntaha Alh bin KH. Asy'ari

 

4.      Periode ke-empat

1.       KH. Muntaha Al-Hafidz bin KH. Asy'ari

KH. Muntaha Alh atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Mbah Munt adalah seorang Ulama' legendaries, dan Kharismatik. Beliau dijuluki sang Maestro Al-Qur'an. Dibawah kepemimpinan Beliau inilah Al-Asy'ariyyah menumui kemajuan yang sangat pesat, dengan pertambahan santri yang menjadi ribuan dan juga pertambahan lembaga-lembaga pendidikan dibawah naungan Yayasan Al-Asy'ariyyah. Dan dengan satu karya yang sangat fenomenal yaitu : Al-Qur'an Akbar (Al-Qur'an terbesar di Dunia) yang kini disimpan di bait Al-Qur'an Taman Mini Indonesia indah (TMII).

Beliau adalah sosok ulama' yang juga pandai berpolitik, semasa masih muda beliau pernah menjadi anggota konstituante dari fraksi NU, tetapi beliau bukanlah politisi. Garis Politik beliau adalah mengutamakan kemaslahatan umat dari pada sekedar kepentingan/ambizi pribadi. Beliau juga seorang pejuang kemerdekaan, Beliau pernah ikut pertempuran di Palagan Ambarawa sebagai Komandan BMT (Barisan Muslim Temanggung). Mbah Munt adalah seorang Ulama' yang serius dan kreatif, sederhana, pemurah, dan seorang pribadi yang berakhlakul karimah. Orang-orang menyebutnya berhati Segara (laut), hatinya bagai samudera luas dan seperti air, setinggi apapun tempatnya air mengalir kearah dan tempat yang lebih rendah.

Dalam perjuangan memasyarakatkan Al-Qur'an, beliau mendirikan Yayasan Himpunan Penghafal Al-Qur'an dan dan pengajian Al-Qur'an. (Jama'atul Qur'an wa Diraasat Al-Qur'an atau YJHQ) yang menghimpun para Hafidz-Hafidzah se-Kabupaten Wonosobo. Beliau sering menasihati murid-muridnya untuk menghataman Al-Qur'an minimal seminggu sekali. Beliau juga penyusun Tafsir Maudlu'I yang  kini berjudul Tafsir Al-Muntaha.

Beliau adalah hamba Allah dalam arti yang sebenarnya. Dalam zuhud dan taqwa beliau telah sampai pada maqam ma'rifat, keyakinan hatinya begitu tinggi sehingga seluruh hidupnya penuh dengan ketaatan kepada Allah SWT. Jiwa dan makna ma'rifat beliau berbeda sekali dari sikap hidup para zahid yang menjauhi dunia. Sebaliknya Irfan atau daya ma'rifat Mbah Muntaha adalah irfan yang positif dan dinamis, yakni penuh perhatian dan pemahaman terhadap masalah-masalah di sekitarnya. Banyak wali yang hidup zuhud dan menjauhi dunia. Tetapi Beliau adalah wali yang Zahid dan membangun dunia.

Sejak pondok pesantren dipimpin oleh Al-Maghfurllah KH. Muntaha Alh, maka berbagai langkah inovativ dan pengembangan mulai dilakukan diberbagai aspek. Sehingga jika sekarang kita melihat perkembangan pesantren ini tida lain adalah karena jasa dan perjuangan beliau. Langkah pengembangan tersebut disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat. Pengembangan itu antara lain dalam masa-masa awalnya, pesantren pesantren yang lebih mnegkhususkan pada pengkajian dan hafalan Al-Qur'an masih tetap dipertahankan bahkan lebih dikembangkan lagi. Sehingga dalam waktu tidak lama jumlah santripun bertambah banyak.

 

2.       KH. Mustahal Asy'ari bin KH. Asy'ari

Apabila kita membicarakan KH. Muntaha, Alh maka tidak akan berpisah dari tokoh pendampingnya yaitu KH. Mustahal Asy'ari (Adik Beliau). Beliau dilahirkan pada tahun 1926 + 14  tahun lebih muda dari KH. Muntaha. Beliau mengawali menuntut ilmu dibawah bimbingan langsung dari ke-dua orang tuanya sendiri. Kemudian beliau mesantren pertama kali kepada Syech KH. Muntaha Parakan Temanggung pada tahun 1946 selama 1 tahun. Kemudian beliau meneruskan nyantri di Lasem dibawah asuhan KH. ……dari tahun 1947 sampai dengan 1951. setelah itu beliau memperdalam ilmu di Pondok Pesantren Al- Munawwir Krapyak Yogyakarta di bawah bimbingan langsung KH. Munawwir, Alh selama 3 tahun. Selama mesantren beliau "Tirakat" dengan tidak pernah makan nasi selama 13 tahun. Setelah dirasa cukup beliau pulang kerumah untuk membantu dakwah memperjuangkan syari'at islam di Kampung halamannya, Dengan mengawali mendirikan TK dan MI Ma'arif. Pada tahun 1958 beliau melaksanakan sunah Nabi SAW yaitu melangsungkan pernikhan dengan Nyai. Tisfiyyah dari Kertijayan, Buaran, Pekalongan. Dari pernikahan ini dikaruniai 6 Orang putra yaitu : Mustaqimah, Masudan Asy'ari, Atho'illah Asy'ari, Mukarromah, Muhammad Muhlis dan Affan Mastur. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua NU, Ketua Fatayat, Ketua Muslimat, Dan Ketua GP Anshor Cabang Wonosobo. Disamping itu beliau adalah sebagai pegawai KUA. Beliau juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Wonosobo pada tahun 1961-1966. hal yang sangat patut di teladani oleh para santri adalah ke-istiqomahan beliau, salah satunya ialah dalam hal sholat 5 waktu. Sampai sekrang beliau masih aktif menjadi imam harian di Masjid Baiturrochim.

 

3.       Periode ke-Lima (sekarang)  KH. ACHMAD FAQIH MUNTAHA

Beliau adalah putra sulung KH.Muntaha Alh dari istri yang bernama Nyai Hj Maiyan jariyah, lahir di Kalibeber pada tanggal 3 Maret 1955. beliau akarb dipanggil dengan Abah Faqih. Beliau mempunyai 5 putra dan 1 putri yaitu ;

1.  H. Abdurrohman Al-Asy'ari, Alh, S.H.I

2.  H. Khairullah Al-Mujtaba, Alh

3.  Siti Marliyah

4.  Nuruzzaman

5.  Fadlurrohman Al-Faqih

6.   Ahmad Isbat Caesar

Putra-putri beliau sudah ada yang menyelesaikan pendidikan baik formal maupun non formal, baik S1 maupun tahfidzul Qur'an dan juga pondok pesantren. Bahkan putra beliau yang pertama dan kedua adalah alumnus Yaman "Ribat ta'lim Khadzral maut" dibawah asuhan Habib Salim As-Satiri

 

 

1.      Riwayat Pendidikan

Beliau menjalani masa kanak-kanak dibawah asuhan langsung dari Almaghfurlah KH. Muntaha Alh. Selain itu beliau juga sekolah formal di SD Kalibeber, sedangkan SMP di Wonosobo yang kemudian melanjutkan di STM juga di wonosobo setelah selesai sekolah formal bilau dikirim untuk belajar di pesantren seperti kebayakan gus-gus yang lain. Pada tahun 1973 beliau nyantri di Pondok pesantren termas Pacitan dibawah asuhan KH. Chabib Dimyati, sampai tahun 1978. kemudian beliau pindah ke Krapyak yang pada waktu itu diasuh oleh beliau KH. Ali Maksum (juga termasuk salah satu teman seperjuangan Simbah Muntaha Alh) selama 1 tahun. Selanjutnya beliau nyantri lagi di Buaran Pekalongan kepada Al-Mukarrom KH. Syafi'I yang juga terkenal sebagai salah satu teman seperjuangan  Al-Maghfurllah Simbah KH. Muntaha Al-Hafidz. Setelah itu pada tahun 1980 beliau pulang keKalibeber yang dilanjutkan dengan nyantri di kaliwiro kepada seorang kiyai yang terkenal dengan panggilan Mbah Dimyati. Belum genap satu tahun beliau kemudian melaksanakan akad nikah dengan salah seorang  santri kalibeber yang bernama Shofiah binti KH Abdul Qodir Cilongok Banyumas, kendati beliau telah melangsungkan pernikahan, namun bukan berarti akhir dalam menuntut ilmu, karena beliau masih tetap nyantri dengan Mbah dimyati di Kaliwiro selama kurang lebih satu tahun. Ketika di kliwiro inilah beliau mendalami kitab-kitab yang besar antaralain : Shoheh Bukhori, Shoheh Muslim, Ihya' Ulummuddin, Tafsir Al-Munir, dan lain-lain. Kemudian beliau mukim membantu perjuangan Ayahanda beliau yaitu Simbah KH. Muntaha Al-Hafidz(Alm). Selama masa nyantri tersebut beliau mempunyai hobi yang sangat unik yang sama dengan hobinya Gus Dur yaitu Ziarah Qubur, beliau juga terkenal sebagai santri yang mempunyai dedikasi dan disiplin yang tinggi dan selalu mentaati peraturan (Qonun) pondok pesantren yang ada walaupun beliau adalah putra seorang Ulama besar yang kharismatik.

 

2.      Perjuangan Pendidikan

Setelah pulang dari pesantren (Mukim pada tahun 1980) beliau aktif membantu mengajar di Pondok pesantren milik Ayahandanya dan ikut perkecimpung dalam masyarakat. Waktu itu santri di kalibeber baru sekitar 50 orang putra dan putri dengan prioritas Tahfidzul Qur'an (menghafal A-Qur'an) dan menggunakan sistem salafy.  Pertama kali beliau mengajar pada santrinya yaitu kitab "Burdah" yang bertempat di masjid Baiturrochim. Selain mengajar pada santri beliau juga mengajar Diniyah ba'da dzuhur untuk orang kampung yang waktu itu bertempat di MI Ma'arif. Adapun kitab-kitab yang pernah beliau khatamkan antaralain adalah : Taqrib, Bidayatul Hidayah, Sulamuttaufik, Safinah, dll sedangkan untuk ilmu nahwu diampu oleh teman beliau yaitu Bp H. quraisyin. Disamping mengajar, beliau juga ikut aktif dalam mendirikan lembaga-lembaga formal antara lain : SMP, SMA, SMK Takhassus Al-Qur'an dan IIQ (Sekarang UNSIQ). Beliau juga meneruska cita-cita ayahanda beliau yang belum terrealisir diantaranya : SD Takhassus Al-Qur'an, Darul Aitam, Menara Masjid Baiturrochim, dan gedung baru Pondok Pesantren Al-Asy'ariyyah. Beliau juga mendirikan kelas jauh diantaranya adalah : SMA Takhassus  Al-Qur'an di Kepil, SMP + SMA Takhassus Al-Qur'an di Ndero duwur plus Pondok pesantren tanpa pemungutan biaya, Pondok Pesantren + SMA dan SMP Takhassus Al-Qur'an di Kalimantan barat, SMP TAQ Di Majalengka, di Tumiyang Purwokerto, di Buntu Banyumas, serta di Baran Gunung Ambarawa, dan masih banyak lagi. Satu cita-cita beliau yang belum terrealisasi adalah menjadikan Kalibeber sebagai "Semacam Vatikan" di Indonesia. Dimana nanti setiap fatwa dari kalibeber akan di patuhi oleh semua pemeluk islam diseantereo Nusantara.

 

3.      Perjuangan Organisasi

Dalam bidang organisasi beliau aktif di Mabarot. Dan selanjutnya aktif di Tanfidziyah Ranting kalibeber, sekretaris MWC Mojotengah. Tercatat mulai Tahun 1996 sampai sekarang beliau aktif sebagai Mustasyar NU cabang Wonosobo. Dulunya Beliau juga aktif dalam partai politik antara lain P3, Golkar dan PKB. Namun demi kemaslahatan umat mulai tahun 2004 hingga sekarang beliau netral. Selain itu beliau juga menjadi salah satu sesepuh di Kalibeber bahkan di Wonosobo beliau termasuk salah satu Kiyai yang paling disegani.

D.   KLASIFIKASI ASRAMA

Disadari ataupun tidak pengaruh lingkungan dalam pembentukan karakter seseorang amatlah sangat dominan. Banyak study kasus mengatakan seseorang yang awalnya punya karakter yng baik setelah hidup dalm lingkungan yang rusak lambat-laun dia terkontaminasi dan pada akhirnya mengikuti arus yang ada. Dengan alasan inilah PPTQ Al-Asy'ariyyah 2 menerapkan pola pemisahan asrama yang disesuaikan dengan jenjang kelas dalam pendidikannya.

Adapun rinciannya adalah :

1.    Asrama Putra MA (seluruh santri MA dari kelas X, XI dan XII) 1 Asrama

2.    Asrama Putra SMP (seluruh santri SMP dari VII, VIII dan IX ) 1 Asrama

3.    Asrama Putri MA (seluruh santri MA dari kelas X, XI dan XII) 1 Asrama

4.    Asrama Putri SMP (seluruh santri SMP dari VII, VIII dan IX ) 1 Asrama

5.    Kantor pengurus putra 1

6.    Kantor pengurus putri 1

7.    Kamar pembina Putra 3

8.    Kantor pengurus putri 1

9.    Asrama santri Salaf kelas putra  ( non sekolah ) 1

10. Asrama santri Salaf kelas putri  ( non sekolah ) 1

 

E.  PROGRAM PENDIDIKAN

1.    Madrasah Diniah Salafiyah ( Non sekolah)

Dewasa ini disadari atau tidak talah terjadi pergeseran moral yang sagat jauh dari apa yang disyariatkan oleh Nabi Muhammad SAW. Hal ini dapat dilihat dalam pola perilaku kehidupan masyarkat, khususnya generasi mudanya. Itu semua terjadi dikarenakan pengausaan nilai-nilai agama yang sangat minim berikut pengamalannya. Untuk menjawab rasa kekhawatiran melihat kondisi masyarakat tersebut, Diniyah Salafiyah Al-Asy'ariyyah 2 berusaha untuk menyelesaikannya dengan mengembalikan persoalan itu pada kontek yang asli melaluii kajian kitab-kitab Salafy (Kitab Kuning) yang muatan islamnya sangat dalam sehingga out put yang dihasilkan benar-benar menguasai masalah-masalah keagamaan

2.    MADRASAH DINIYAH WUSTHO-ULYA (UNTUK TINGKAT SMP DAN SMA)

Berawal dari rasa kekhawatiran melihat kondisi masyarkat Islam pada umumnya, generasi muda yang notabennya adalah tulang punggung Negara secara khususnya semakin menjauh dari nilai-nilai agama yang telah disyariatkan oleh Robbul 'Izzati. Manusia diciptakan oleh Allah SWT, sebagai kholifah dimuka bumi ini, yang diberi kemampuan akal yang lebih dibanding mahluk yang lain, serta mempunyai pemahaman tentang agama secara menyeluruh (kaffah). Pada sisi yang lain keadaan generasi muda yang ada sekarang ini, adalah seperti gambaran diatas. Berawal dari pemikiran tersebut seorang figur masyarakat yang bernama KH. Muntaha Alh menggagas suatu diniyah yang sejajar dengan SMP dan SMA. Harapan dari Beliau dengan diadakannya diniyah tersebut pola dan tata-cara (muammalah) para peserta didik yang ada di dalamnya dapat menjadi Insanul kamil yaitu; manusia yang senantiasa memijakkan hal kehidupannya dengan sendi-sendi agama.

3.    Program Tahfidzul Qur’an

Berlatar belakang PPTQ al-Asy’ariyyah 2 adalah Pesantren yang berbasis Tahfidzul Qur’an, Namun masih jarang atau sedikit sekali santri yang menghafalkan Al-Qur’an, kemudian dari gagasan DR. K.H Abdurrahman Asy’ari, Alh, beliu membuat program Tahfidzul Qur’an dan sekaligus untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari berbagai kalangan ketika menanyakan tentang basis pondok pesantren Al-Asy’ariyyah 2.

 


Identitas

Nama Pesantren : PPTQ AL-ASY’ARIYYAH 2
Pengasuh : KH. Khoirullah al-Mujtaba, S.H.I
Alamat : Ds. Dero Duwur Kec. Mojotengah
Jarak : ± 7,4 km
Konsentrasi : Tahfidzul Qur'an & Kajian Kitab Kuning
Jenjang Santri : SMP, SMA, Mahasiswa
CP Pendaftaran : 082232269782
Instagram : PPTQ AL ASY’ARIYYAH 2
Facebook : PPTQ AL-ASY’ARIYYAH 2
Youtube : PPTQ AL-ASYARIYYAH 2 DERODUWUR
Website : -
PA/PI : PA/PI
Lurah PA : Ustzh. Anisi Fitadzkiroh, Alhz
Lurah PI : Ust. Muzarif
Jumlah santri PA : 115
Jumlah santri PI : 157
PPTQ AL ASY’ARIYYAH 2 PPTQ AL-ASY’ARIYYAH 2 PPTQ AL-ASYARIYYAH 2 DERODUWUR

Jadwal Kegiatan

Aktifitas Harian Santri

 

NO

JAM

KEGIATAN

1

03.00 - 04.1

Qiyamul Lail

2

04.15 - 04.45

 

Jama'ah Sholat Shubuh

 

3

04.45 - 05.30

 

Ta'limul Qur'an

 

4

05.30 - 06.15

 

Kajian Tafsir Al-Ibriz

 

5

06.15 - 16.30

 

Jama'ah Sholat Dhuha

 

6

06.30 - 07.00

 

Sarapan Pagi dan Persiapan Sekolah

 

7

07.00 - 13.30

 

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Sekolah

 

8

13.30 - 15.30

 

Istirahat dan MCK

 

9

15.30 - 16.00

 

Jama'ah Sholat Ashar

 

10

16.00 - 17.00

 

Diniah Wustho - Ulya

 

11

17.00 - 18.00

 

Makan dan Persiapan Sholat Maghrib

 

12

18.00 - 19.00

 

Jama'ah Sholat Maghrib dan Ta'limul Qur'an

 

13

19.00 - 19.30

 

Jama'ah Sholat Isya

 

14

19.30 - 20.15

 

Kajian kitab Kuning

 

15

20.15 - 21.00

 

Belajar Wajib

 

16

21.00 - 22.30

 

Mujahadah dan Muthola’ah

 

17

22.30 - 03.00

 

Istirahat

 

 

Aktifitas Mingguan

Ziarah Muassis dan Khataman Al-Qur’an

 

NO

NAMA KEGIATAN

PESERTA

WAKTU

TEMPAT

1

Mukodaman Al-Qur'an

 

Santri Putra dan Putri

 

Setiap Malam Jum'at Ba'da Magrib

 

Maqbaroh Muassis

2

Ziarah Makam Pengasuh

 

Santri Putra dan Putri

 

Setiap Jum'at Pagi Ba'da Subuh

 

Maqbaroh Muassis

3

Khataman Al-Qur'an

 

Santri Putra dan Putri

 

Setiap Jum'at Sore Ba'da ashar

 

Masjid

 

Khitobah/ Muhadloroh Blok dan pembacaan Al-Barzanji

 

NO

NAMA KEGIATAN

PESERTA

WAKTU

TEMPAT

1

Muhadloroh blok Putri

Santri Putri

 

Malam jum'at ke 1

Asrama Putri

 

2

Pembacaan Al-barzanji

 

Santri Putra

 

Malam jum'at ke 1

 

Masjid

 

3

Muhadloroh blok Putra

 

Santri Putra

 

Malam jum'at ke 2

 

Asrama Putra

 

4

Pembacaan Al-barzanji

 

Santri Putri

 

Malam jum'at ke 2

 

Masjid

 

 

Ta’limul Qur’an dan Tafsir Putra dan putri

 

NO

NAMA KEGIATAN

PESERTA

WAKTU

TEMPAT

1

Ta’limul Qur’an

Santri Putra

Ba’da Ta’limul Qur’an ( Ahad Pagi)

Serambi Maqbaroh

2

Ta’limul Qur’an

Santri Putri

Ba’da Ta’limul Qur’an ( Ahad Pagi

Masjid

3

Ta’limul Qur’an

Santri Putra

Malam Ahad Ba’da Maghrib

Serambi Maqbaroh

4

Ta’limul Qur’an

Santri Putri

Malam Ahad Ba’da Maghrib

Masjid

5

Kajian Tafsir Al-Ibriz

Santri Putra dan Putri

Ba’da Ta’limul Qur’an Ahad Pagi

 

 

Mujahadah

 

1

Mujahadah

Santri Putra dan Putrid dan pengurus

Malam Ahad

Masjid

 

Roan/ Kerja Bakti

 

1

Roan

Santri Putra

Malam Ahad setelah mujahadah

Lingkungan pondok putra

2

Roan

Santri Putri

Malam Ahad setelah mujahadah

Lingkungan pondok putri

 

Tahfidzul Qur’an (program Tahfidz)

 

1

Setoran

Santri Program Tahfidz

Kondisional

Masjid

 

Aktifitas Bulanan

 

NO

NAMA KEGIATAN

PESERTA

WAKTU

TEMPAT

1

Muhadloroh Terpadu

Santri Putra dan Putri

Malam Jum’at

Gor PPTQ Al-Asy’ariyyah 2

2

Dhiba’an Bersama

Santri Putra dan Putri

Malam Jum’at

Masjid

3

Memperingatan Wafatnya Al Maghfurlah KH. Muntaha Al-Hafidz dan Mujahadah Dzikrul Ghofilin dan pengajian umum

Seluruh Santri dan Masyarakat Desa Deroduwur

Rabu Kliwon ( Slapanan)

GOR PPTQ Al-Asy’ariyyah 2

4

Muqodaman

Santri Putra dan Putri dan Pengurus

Rabu Kliwon Pagi

Masjid

 

Aktifitas Tahunan

 

1

Haflah Khotmil Qur'an dan Khoul K.H Asy’ari Bin K.H Abdurrahim

Setiap Tanggal 18 Robiul Awal

Komplek PPTQ Al-Asy’ariyyah

2

JHQ (Jama’ah Huffadz Qur’an Wadirosat Se- Wonosobo

Setiap Tanggal 15 ( Nisfu Sya’ban

Komplek PPTQ Al-Asy’ariyyah

3

Dan Ibadah Sunnah yang hanya ada 1 kali dalam setahun seperti puasa sholat sunnah dll

 

 

 


Peraturan

 

(KEHARUSAN DAN LARANGAN SANTRI)

 

  اشهد ان لااله الا الله واشهدان محمد ا رسول الله 

Dipermaklumkan kepada semua santri yang berdomisili/ bermukim dan atau menuntut ilmu di Pondok Pesantren Takhfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Asy’ariyyah 2 Deroduwur, untuk dengan ikhlas memaklumi dan mengamalkan Qonun atau tata tertib pesantren ini:

 

A.    PASHAL I : KEHARUSANN-KEHARUSAN / MAKLUMAT

1.      Sowan kepada Pengasuh di Kalibeber dengan diantar oleh orang tua / wali murid atau siapapun yang telah mendapat kuasa dari orang tua / wali

2.      Secara administrasi, orang tua / wali mendaftarkan dan menyerahkan kepada pengurus / panitia

3.      Membayar uang pangkal masuk (administrasi), yang besarnya telah ditentukan

4.      Mengaji kepada Pengasuh dana tau Asatidz / para pembantunya yang mendapat izin dari Pengasuh

5.      Mengikuti kegiatan-kegiatan, sekolah, diniyah, jama’ah sholat maktubah, membaca Al-Barzanji, latihan pidato (khitobah), ro’an, mujahadah, tahlilan, dan berziarah qubur pada waktu yang telah ditentukan

6.      Menjunjung tinggi segala perundangan / peraturan yang berlaku di Pondok Pesantren

7.      Menjaga ukhuwah Islamiyah yang harmonis dalam hubungan intern Pondok Pesantren dan antar sesama masyarakat dengan selalu menjaga nama baik almamater dan sebagai santri, dalam bermasyarakat, dan bernegara, diamana dan kapan saja berada

8.      Menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban di dalam lingkungan / luar Pondok Pesantren

9.      Minta izin kepada Pengasuh dan atau pengurus, bila bepergian jauh / pulang dan atau mengadakan kegiatan

10.  Senantiasa selalu ta’dhim kepada paa guru dan pengurus dalam berkhidmah demi mendapat ilmu yang manfaat dan barokah serta Ridho Allah SWT

B.     PASHAL II : LARANGAN-LARANGAN / MANHIYAT

1.      Melihat munkarot dan bergaul dengan wanita yang dilarang oleh syara’

2.      Memakai milik pondok atau orang lain untuk kepentingan pribadi (ghosob) atau guna sesuatu yang mubadzir / tidak berfaidah

3.      Berucap, berperilaku, atau mengadakan kegiatan baik bersifat sendirian atau kelompok yang sehingga mengakibatkan mengganggu teman lain yang sedang belajar, lebih-lebih mencemarkan nama baik Pondok Pesantren serta menghilangkan kharisma dan kehormatan Pondok Pesantren

4.      Keluar malam setelah wakltu maghrib, kecuali bagi yang telah mendapat izin dari Pengasuh atau pembina Pondok Pesantren dana tau pengurus

5.      Menentang hukum dan atau pengurus yang sah, yang berlaku di Pondok Pesantren

6.      Mengambil, memakai, atau meminjam fasilitas Pondok Pesantren / sekolah dana tau masyarakat yang dapat merugikan pihak-pihak tersebut

7.      Memakai tattoo (pa-pi), giwang (anting), kalung, gelang, dan ataupun barang-barna gyang tidak diperkenankan oleh syara’

8.      Membawa, menyimpan atau menggunakan senjata tajam dana tau sejenisnya

9.      Membawa, menyimpan dan menggunakan alat-alat musik seperti gitar dan lain-lain

10.  Membawa alat elektronik seperti : Handphone, Mp3, Mp4 atau sejenisnya

C.     LARANGAN-LARANGAN BERAT

1.      Melakukan tindak perkelahian /penganiayaan baik perorangan maupun kelompok

2.      Melakukan tindak pencurian baik di lingkungan Pondok Pesantren ataupun di lingkungan sekitarnya

3.      Melakukan tindak perzinaan

4.      Memakai, mengedar, atau menyimpan obat-obatan terlarang

5.      Terlibat, berhubungan, atau masuk dalam lingkup pergaulan bebas

D.    PERATURAN TAMBAHAN

1.      Ikut serta berpartisipasi mengusahakan terwujudnya program Pondok Pesantren demi tercapainya tujuan pendidikan dengan menggunakan waktu secara efisien demi kepentingan sebagai santri, dan mengutamakan hidup sederhana dengan berkreatif semaksimal mungkin

2.      Segala perundangan atau peraturan yang belum termuat dalam aturan ini, akan diatur sedemikian mungkin berdasarkan kebijaksanaan dalam tap-tap Pondok Pesantren : maka sebagai konsekuensinya, barang siapa yang melanggar peraturan Pondok Pesantren, akan dikenakan sanksi / ta’zir oleh pengurus / pembina / Pengasuh

Demikian qonun ini dipermaklumkan untuk jadi pedoman, dihayati, kemudian diamalkan.

 


Biaya

 

NO

JENIS PENDAFTARAN

JUMLAH

1

Formulir Pendaftaran

Rp. 20.000

2

KPS ( Kartu Pengenal Santri)

Rp. 20.000

3

Buku Izin Santri

Rp. 20.000

4

Administrasi Kediniahan 1 Tahun

Rp. 60.000

5

Kitab Kediniahan

Rp. 80.000

6

Raport Diniah

Rp. 15.000

7

Dana Kesehatan

Rp. 25.000

8

Peralatan Masak

Rp. 20.000

9

Bok Nasi, Sendok Makan dan Gelas

Rp. 20.000

10

Almari

Rp. 100.000

11

Syahriyah 1 Tahun

Rp. 960.000

12

Tabungan HKQ (Haflah Khotmil Qur’an)

Rp. 300.000

 

JUMLAH

Rp. 1.640.000


Galery


MAP